Teriakan-teriakannya makin kencang. Mungkin Mas Lesmana di bagian IT yang guantengnya minta ampun. Bokep Twitter Malah kalau bisa, Umi lebih suka menghindarinya. Umi malas menanggapi Karman, dan kembali ke kesibukannya memoleskan lipstik ke bibirnya.“Heh!” terdengar dampratan bernada sewot dari sebelah mereka berdua. Dia membelakangi Pak Ramses sehingga tak bisa melihat apa yang dilakukan si manajer, tapi kalau dia menengok, dia akan melihat Pak Ramses mengendus jari yang baru dicolekkan ke kemaluannya. Apa kau tahu aku pusing seharian bikin laporan itu! Umi hendak bekerja dari ujung ruangan, jadi dia berjalan ke balik meja kerja Pak Ramses, dan mulai dengan menyapu abu rokok di kolong meja. Pendengarnya kali ini adalah Karman, sesama petugas cleaning service, cowok dengan tampang pas-pasan dan masa depan pas-pasan juga.“Disyukurin ajalah Mi, jaman susah nyari kerja gini,” celetuk Karman. Di situlah masalahnya bermula. Selusin kemplangan kemudian, pantat Umi sudah memerah. Pak Ramses memelototinya dengan marah.


