Semuanya sudah melongo lubangnya, sama sekali tidak enak. Dgn ilmu yg asal hantam, tampang yg meyakinkan (aku sekarang pelihara jenggot panjang,pakai jubah putih kalau praktek) maka orang-orang sangat percaya kepadaku.Semuanya berjalan lancar-lancar saja, sampai terjadi suatu kejadian yg meruntuhkan segala-galanya.Malam itu, jam sudah menunjukkan pukul 20.00 malam. Bokeb Suaranya terhenti. aduuhh..” namun aku tidak perduli lagi. Dapat-dapat ilmu gendamnya berbalik kepadaku. katanya mbak-mbak saya seperti itu”. Waa..nafsuku semakin meningkat tajam. Bolak balik Kakek, bahkan hari-hari terakhir ini rasanya semakin sering”. Pinggangnya bagus, meskipun agak sedikit gemuk di perut. Si wanita itu pelan-pelan berdiri, dan dgn takzim berjalan kearahku. Suaranya tersendat-sendat:
“aduh Kakek, nyuwun sewu, Kakek, saya lingsem (malu) banget..” Wah, ini dia. elus rambutku yg gondorong.Mulutnya mendesis-desis dan menceracau pelan:
“Kakek..aduuh Kakek.. Kupindahkan kulumanku ke puting kanannya. kenapa Kakek?” tanyanya bingung.Aku sekarang berdiri di depannya, tanganku memegang pundaknya.




















