Kami terus bercakap-cakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan.Waktu terus berlalu. Bokeb Malam itu bundaran HI didatangi Kapolri yang meninjau dan ‘menyerah’ melihat massa yang telah bergerombol untuk pawai dan kampanye, karena jadwal resminya adalah pukul 06.00 – 18.00.Saat aku kembali, gerombolan Diana masih ada di sana.“Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. Politik? Celana dalamnya yang berwarna hitam, menerawangkan bulu-bulu halus yang ada di situ. Di sana kami terdiam, mendengarkan ombak, begitu istilah Diana tadi. Sumpah, sampai sekarang aku tak pernah pacaran sama cowok. Mana lagi pantai di Jakarta ini.Aku parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol. Aku pun merasakan nikmat yang luar biasa. Diana tersentak kaget.“Aduh Mas Ray, suara apaan tuh?”
“Nggak apa-apa, sakit nggak?”
“Sedikit…”
“Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok…”Dan kurasakan lubang kemaluan Diana sudah mulai basah dan agak hangat.
















