kamu duluan aja, kita ketemu disana”, kata Bu Monic.Aku semakin tergagap, tak menyangka akan diajak seperti ini.“Baik Bu”, jawabku sambil keluar dari ruangannya.Setelah membereskan berkas-berkas, pas jam makan siang aku langsung menuju hotel tempat janji makan siang. Bokep Arab Kami saling berpandangan. “Maaf ya Zal aku berubah pikiran dgn mengajakmu makan di kamar. Terkadang aku mengambil posisi duduk dgn tetap Bu Monic dipangkuanku. Ketika kutekan bel dgn perasaan berkecamuk penuh tanda tanya berdebar menunggu sampai pintu di bukakan dan Bu Monic tersenyum manis dari balik pintu. Batinku.“Rizal,ditanya kok malah bengong”, Bu Monic menyenggol tanganku.“Eeehhhh nggak, abisnya kaget dgn kata-kata Ibu kayak tadi. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Monic, aku malah selalu berharap dipanggil. Sesekali kusampirkan kakinya ke pundakku. Blasernya kulempar ke kursi, kemeja putihnya kubuka perlahan lalu celana panjangnya kuloloskan. Aku masih gugup.“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Monic melihat tingkahku.“Aku sebetulnya nggak percaya dgn semua ini .aku nggak nygka bisa makan siang




















