Aku sedikit menggigil kedinginan hanya berpakaian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Bagaimana aku bisa mengetesmu.”
Aku membalikkan tubuh menghadap Adolf. Bokeb Cempaka Putih **** (edited), Jakarta Pusat.”“Aku bisa diterima apa nggak ya?” Aku bertanya dalam hati. Lalu dengan membelakangi Adolf, kulepas BH-ku. Payudaranya yang montok bergantung indah di dadanya, seimbang dengan pinggulnya yang montok pula. Koran baru sudah datang”, kataku dalam hati melihat surat kabar pagi terbitan hari ini tergeletak di dekat pintu pagar. Ternyata yang di belakangku sudah bukan Susan lagi, melainkan Adolf yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya! Apa gerangan yang ia inginkan lagi? Satu persatu para pelamar dipanggil ke ruang pengetesan, sampai si Indo di sampingku tadi dipanggil juga. Melihatnya aku menjadi minder. Ah ini saja. Aku sedikit menggigil kedinginan hanya berpakaian dalam di ruangan yang ber-AC ini. Ternyata yang di belakangku sudah bukan Susan lagi, melainkan Adolf yang sekarang tengah mempermainkan payudaraku dengan seenaknya!




















