“Boleh ga saya kirim?”, tanya Chandra.“Hapus ga lu?!”, perintahku. Aku membiarkan tubuhku bergerak mengiringi gerakan genjotan Candra.“Tubuhmu nyaman sekali say…”, puji Candra sambil mendesah di telingaku. Bokep JAV Tubuh ku lelah terus-terusan digenjot Candra yang sedari tadi belum berejakulasi. Aku merasa kotor, walaupun aku sudah memberikan tubuhku pada Mas Wahyu, namun aku tidak terima harus diperlakukan secara begini.“Jangan…”, aku mencoba mendorong Candra, karena ia sudah bosan mengoral vaginaku dengan jarinya setelah beberapa menit. “Tapi…”, kataku. Gue cuma butuh kehangatan…”, ujarnya. “Masuklah…”, katanya sambil tersenyum, lalu pintu ditutup dan dikuncinya.“Mau mu apa?”, aku bertanya langsung. ‘Saya di kamar nomor 14, cepetan’, cuma itu isi dari smsnya. Pintu terbuka, hanya Candra sendiri saja di dalam sana, ia sudah siap dengan hanya mengenakan sehelai handuk, tubuh kurusnya yang masih basah menunjukkan sepertinya ia baru selesai mandi.“Kiki cantik banget malam ini…”, katanya.




















