Segera saja penutup dadaku itu jatuh ke lantai sehingga kini payudaraku yang membusung indah terpampang jelas tanpa penghalang lagi. Bokep Japan Kedua tangannya sudah melingkari perutku, kurasakan kedua tangannya yang besar dan sangat kasar. Tanpa aba-aba lagi ia mulai mengusap-usap bagian tengah vaginaku dari luar. Maka dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan suara aku memperjelas pandanganku. “Ganti gaya yah Va, biar nyodoknya lebih kerasa” kata Pak Hendro menghentikan tusukannya, Eva mengangguk lemas
Pak Hendro meminta Eva turun dari meja dan membalikkan badannya hingga memunggungi, ia lalu meminta Eva untuk menungging sementara ia berdiri tanpa mencopot batang penisnya. “E…eh…!? “Hhhsshhh….Bapak…bikin kaget aja!” kataku menghela nafas setelah melihat yang masuk ternyata Pak Oskar, si satpam kantor. Mendengar eranganku, lidahnya semakin menggelitik lubang telinga kananku. Kurasakan penisnya semakin menonjol dari dalam celananya, dan digesek-gesekkannya tepat di belahan pantatku. Suasana kantor sudah mulai sepi karena para staff kantor dan karyawan sudah mulai meninggalkan tempatnya masing-masing. Ia kembali bangkit berdiri, dengan segera ia




















