kupeluk tubuh sintal mba Astrid dari belakang, tapi dengan lembut tanganku diangkat dan dipindahkan ke tubuhku sendiri dan tubuh mbak Astrid beringsut menjauhiku kudekati lagi tubuh itu dan kudaratkan kecupan di punggung berkulit mulus itu kudengar isak tangisnya.” kenapa mba..?” tanyaku lembut lama ga ada jawaban, isak tangis mba Astrid makin keras kubelai lembut pundaknya.. Bokeb ampuuuunn nikmaaaaat bangeeettt” mba Astrid merintih-rintih dengan suara seperti orang mau menangis pinggulnya bergerak-gerak merespon ulah lidah dan bibirku di selangkangannya” Ooowwh Biiimmm sudaaaaahhhh aku ga tahaaaaan” Suara mba Astrid semakin memilukan Tiba-tiba tubuh mba Astrid bangkit dan mendorong lembut tubuhku yang tengah bersimpuh di karpet tebal kuikuti saja sehingga tubuhku telentang di karpet sedangkan tubuh mba Astrid mengikuti arah rebah tubuhku sehingga tubuhku kini ditindihnya. wajahnya ditengadahkan ke wajahku. haaa.. haaa.. ketika berdua begini aku jadi kaya mati angin sementara mba Astrid masih bersikap wajar” Waah.. Rupanya aku tak dapat menahan kantukku Aku membuka mata kulihat mbak Astrid bersimpuh




















