Motor tetap kupacu sekitar 40Km/jam, kendaraan banyak berseliweran tapi kami sudah tak peduli. Aku bersyukur,mereka tidak datang sejak tadi mengingat tempat kami berkarya tadi relatifsangat terbuka. Bokeb Enno masihmelayang dengan kedua tangan di dalam celanaku dan tertutup oleh ujungsweaterku, sehingga orang sekilas akan mengira tangannya hanya memelukpinggangku saja.Sementara aku masih berjuang untuk tetap konsentrasi mengemudikan motor kearah Kedung Kayang, suatu tempat sakral para sejoli mencari tempat pacaran.Kedung Kayang terletak di tepian gunung Merapi, berupa sebuah jurang yangdalam dengan panorama yang luar biasa indahnya. Kejadian ini merupakan suatu sejarah kehidupan biruku beberapa tahun yanglalu, tepatnya 27 Maret 1993, hampir setahun setelah lulus SMA di Magelang dansedang menunggu panggilan bekerja dari sebuah perusahaan penerbangan diJakarta.Pagi itu, aku bangun dengan penuh semangat, ada janji jalan-jalan bersamamantan adik kelasku di SMA.




















