Ketika acara istirahat siang mereka sudah pada ngobrol satu sama lain, saling curhat, saling mencari “jodoh” masing-masing.Dan pada malam kedua itu kelihatannya mereka sudah saling akrab bahkan hampir dari semua peserta pada malam itu sesudah pelajaran selesai kira-kira pukul 21. tanyaku.“Om, nakal, besuk aku bilangan, sama istri Om” sahutnya.“Eit, kita kan udah janji, Oreo-kan” kataku pula.Akhirnya Winny diam saja kurangkul dan kudekap sepanjang perjalanan menuju penginapan, mungkin merasa hangat dan lebih tenang seperti yang kurasakan.“Lepasin Om tangannya” katanya setelah terlihat penginapan yang tinggal beberapa puluh meter. XNXX Jepang tanyaku pula.“Nggak apa-apa kok, yok kita turun” lanjutnya. tanyaku pula.“Nggak apa-apa kok, yok kita turun” lanjutnya. teruus” Winny terus merengekKemudian dia berbalik dan tangannya juga mulai mememeluk tubuhku semakin erat. Hal ini semakin ingin aku menggandengnya lebih lama.Akhirnya aku dan Winny melewati jalan gelap sambil bergandeng tangan terus sampat tempat gardu pandang.




















