Tapi aku kasihan pada Bahri….. tiba-tiba terdengar suara seorang lelaki memanggilnya. Bokep Indo Tengah asyiknya ia termenung, si bapak tua itu muncul sambil membawa segelas susu hangat. Bahri menyambutnya dengan mesra didalam pelukannya. Dia tidak menjawab apa-apa. Tak Taksecelotehpun yang keluar dari mulut Nita ataupun Bahri. Sambil meremas remas payudara Nita Fachdat menekan nekan pinggulnya, berharap agar pelir yang besar itu dapat lebih masuk kedalam. hari sudah muali siang. lalu Bahri melihat pada tulisan yang paling bawah dijamin berhasil, Kalau tidak berhasil, uang kembali atau dituntut dimuka hakimDug! Tetap seperti pada masa malam-malam pertama tempo hari. Biji yang besarnya tidak kurang dua genggam barang. agak sulit… pikirnya dalam hati. Sambil menhisap hisap batang pelir itu, perlahan lahan tangannya mengambil tangan Bahri.




















