Rambutnya kusut. Raut mukanya tampak kelelahan, tapi ia masih bisa tersenyum hangat pada Cantika sebelum mempersilakan ia masuk. Bokep Live Ketiganya mengenakan pakaian dinas karena saat itu masih pagi dan hari kerja. Cantika menangis bahagia merasakan tubuh Romi kembali dalam pelukannya. Keadaan kamar itu remang-remang. “Apakah gak bisa dibantuin Pak? Cantika merintih. Semburan ketiga datang. Matanya melihat Ardian dan Basiran duduk menikmati pertunjukan di atas ranjang itu. Gua suka orang on time.” katanya sambil mengamati Cantika. Ada gosip-gosip yang beredar, tapi Mei-Mei lebih memilih menunggu Cantika bercerita sendiri kepadanya.“Hati-hati Cin!” Mei-Mei kembali berkata sebelum keluar ruangan Cantika. Ia menatap jam yang ada di dinding.“On time ya. Ketiganya mengitari Cantika.Mata Cantika memancarkan rasa kuatir bercampur malu. Isi perutnya yang kosong membuat mulut Cantika terasa pahit ketika ia muntah untuk kedua kalinya. Buah dada kirinya di remas dari belakang. Tubuh Cantika gemetar tak bergerak di atas ranjang. Cantika kemudian membelakangi Ko Liong sambil mengangkat pantatnya.




















