Aku berusaha tetap bersikap sopan meskipun kutahu wanita tua itu menaruh minat khusus pada organ yang tersembunyi di balik celana jeansku. Bokep Arab kring!” Suara telepon kuno itu seketika membuyarkan pikiranku. Posisi tidurnya belum berubah. Ia lalu meneruskan kata-katanya. Aku segera bangkit mengangkat telepon yang terletak di atas sebuah meja rias di sudut ruangan. Kurasakan pinggangku sedikit linu. Ia melanjutkan kata-katanya dengan suara berat. “Nggak masalah kok, Lin.. Aku merasakan suatu keganjilan. Anehnya, pengunjung bar yang lain tampak sama sekali tak peduli dengan aktivitas konyol yang berlangsung saat itu. “Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu. Kutengok Linda masih tertidur pulas menghadap ke dinding. Mimpi yang konyol”, pikirku. Aku pun lalu membalikkan badanku, membelakangi tubuhnya dan terbang ke alam mimpi.Aku terbangun karena hawa udara yang terasa panas. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Wanita itu memang betul-betul liar, pikirku. “Oufh..!” Aku menghela napas sesaat.




















