crot..”Saya dekap tubuhnya dengan sangat erat, saking dasyatnya permainan ini hingga saya takut kehilangan momentum yang tidak pernah saya dapati ini.Saya dan Nanda saling peluk.“Terima kasih.. ahh.. Bokep Indo Viral kamu kok.. hbff..” wah tidak ada kata-kata lagi yang dapat diucapkan secara normal.Begitu pula saya dengan sedikit sisa tenaga yang ada, saya tekan sekuat perasaan. Saya takut kena penyakit, kata orang-orang pintar.Tapi tindakan saya malah membuat matanya semakin syahdu, liar, nafsu, campur aduk. ahh..”“Crott.. tumpahkan.. teruss tekan.. hh.. Wah pikirannya sama dengan saya. jangan terusskan.. akk.. Dengan sedikit berhati-hati saya memberanikan diri untuk mengajak Nanda untuk beristirahat, sebab dari pembicaraan antara saya dengan dia saya simpulkan Nanda juga sedang sumpek pikirannya, dia sedang mencari luapan emosi yang mendera di hatinya.Dengan sedikit halus Nanda menolak ajakan saya, sebab katanya dia takut saya berbuat jahat. Sambil menikmati makanan, saya banyak diam sebab saya takut, jangan-jangan saya dijebak oleh sesuatu yang saya tidak tahu kemudian saya diperas.Pikiran tersebut selalu menghantui saya.




















