Sesampainya di hotel tampak para undangan sebagian besar membawa pasangannya masing-masing. Vidio Sex Kasihan sekali pikirku.Tak lama Pak Ariefpun datang dari kejauhan.“Wah.. Enakhh..” Santi mulai meracau kenikmatan. Habis dari belakang nih” jawabnya. Langsung kujilati dengan rakus buah dada itu, aku hisap dan aku permainkan putingnya yang sudah mengeras dengan lidahku.“Oh.. Nggak apa khan?” rayuku lagi.Santi tampak tersipu malu. “Sama-sama Santi. Kebetulan aku tahu suasananya pasti sepi. Sakit perut katanya”
“Oh ya Pak Arief, silakan saja. Ide bagus tuh Pak.. Enak nggak? Lebih baik Pak Arief saja yang pergi, pikirku. Setelah itu dia kembali menggerakkan badannya naik turun mengejar kepuasan bercinta yang tak didapatkan dari suaminya.Setelah beberapa menit aku turunkan tubuhnya dan aku suruh dia menungging sambil berpegangan pada tepian meja. Oh.. Dia baru berumur 24 tahunan.“Gimana nih setelah kawin.. Janji ya” Santi tampak gembira mendengarnya.Kamipun kembali ke ruangan resepsi.




















