Sekitar setengah jam menunggu akhirnya terdengar suara mobil di depan rumah. Bokep sex “Kalau kamu butuh sesuatu lain hari aku bersedia kok bantu kamu.”
“Terima kasih ya”Waktu jugalah yang memisahkan kami hari itu, setelah membersihkan diri kemudian Lani pulang meninggalkanku yang penuh dengan pikiran, apa yang akan aku lakukan? “Gila kamu ya Har, itu tadi kan si Roni, kalau aku kebablasan tadi gimana coba?”, katanya memarahi tapi dengan nada menggoda.Aku cuma tersenyum saja, “Tapi kamu suka kan Lan?”
“Iya sih..”, lanjutnya tersenyum.Lalu kami pun melanjutkan kegiatan yang tertunda itu. Aku sudah merasakan memeknya Lani sudah basah lagi dan sepertinya dia akan mencapai klimaksnya kembali. wahh.. ochh.. “Gini Har, aku ingin ngobrol-ngobrol sama kamu nih tentang masalah bisnis.”Kamipun berbicara masalah bisnis, ternyata dia kerumahku untuk berbicara mengenai bisnis baru yang akan dirintisnya dan meminta bagaimana pendapat aku dari segi akunting dan manajemennya. Disinilah awalnya perkenalan aku dengan Lani.Pada pandangan pertama, aku memang sudah menyadari kecantikan Lani namun pikiran itu aku




















