Saya tak tahu harus berkata apa. Vidio XNXX “I’m cumming Rev, I’m cummiiinngg…!!.”
Kami berteriak hampir berbarengan kala orgasme menyapa kami dalam waktu yang bersamaan. “Ryo….uuhhh….hhhmmm…”, terdengar lembut suara Revy berbisik, di antara desah nafasnya yang memburu.Terus kuperlakukan dia dengan penuh kasih sayang. And I don’t belive in long distance relationship, not a second…!! Saya adalah seorang pria, dan saya tahu persis hancurnya perasaan dan harga diri seorang pria yang kekasihnya berpaling ke cinta yang lain. Wajahnya perlahan menghilang di kerumunan penumpang lain yang siap berangkat. Revy… is that really you?Tiba-tiba ingatanku terlempar pada beberapa tahun silam. Iseng kusibakkan tumpukan CD yang berserakkan di karpet. Something women always want, something I could never give……, not yet……,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Terasa lembut wangi basah rambutnya menempel di pundakku. Semakin ku mengenal kembali dirinya, seperti saat-saat dulu. Haruskah saya membuat kaumku yang lain merasakan perih itu? “Ryooo…aahhhh…”, serunya tertahan seraya mencengkeram rambutku. Sebenarnya mau nanya apa sih nih anak?




















