Saya mengikutinya dari belakang sambil membuka baju saya sendiri dan melepas kancing celana saya. Bokep SMA Saya jilat, gigit, kulum dan saya hisap puting susu Susan, hingga Susan mulai lemas. “Lain apanya Ben…?”, sambil menumpangkan salah satu kakinya ke kaki satunya. Saya raba pantatnya, begitu mulus dan kenyal, sekenyal buah dadanya. Begitu pintu ditutup dan dikunci, saya langsung memeluk Susan yang sudah telnjang dada dan kembali melumat bibir mungilnya lalu meraba-raba tubuhnya sambil bersandar di tembok kamarnya. Sedang bibir kami masih saling berpagutan mesra dalam keadaan mata masih terpejam. Sambil memandanginya, dalam hati saya berkata, “Akhirnya saya bisa juga ngelampiasin nafsu yang saya pendam selama ini”.Thank’s banget San…, kalo nggak ada lo, saya kagak tau deh ke mana saya bawa nafsu saya ini”, saya kecup keningnya,lalu saya segera berpakaian dan siap pergi dari rumah Susan setelah saya lihat jam di mejanya, mengingatkan saya bahwa sebentar lagi keluarganya segera datang.










