Dari kejauhan aku memperhatikan drama yang kusutradarai tersebut berlangsung. Bokep SMA Malamnya kami kembali mengulanginnya sampai menjelang pagi harinya. Sambil bekerja di sebuah agensi model aku meneruskan kuliahku.#########################
Setetes air bening jatuh membasahi lembaran kertas diary. Mang Gimin tak berani lagi berkata-kata. “Mamang kengen banget sama nonnn”
“Sabrina juga kangen sama mamang”Saat itu aku memang sangat membutuhkan dirinya di dekatku. “Maa..maanngggg…enakk bangettt!!” Begitulah aku berulang-ulang merintih. Keluhku saat berusaha memakai celana dalamku. Apakah aku malu mengakui perasaanku kepadanya? Sabrina ga mau mamang melakukan ituuu!”rengekku. Sebab ia tak pernah seperti itu bila bersetubuh dengan mbak Narti. Kenikmatan kali ini sangat luar biasa. Asalkan bisa selalu melihat senyuman non Sabrina di sisa umur mamang,” ujarnya sambil tersenyum getir. Sepertinya ia tak ingin membuang-buang waktu. Sebuah orgasme yang lebih enakdari sebelumnya. Rasa nyeri di selangkanganku membaur jadi satu dengan sisa kenikmatan membuatku aku mengigau dalam demamku. Aku menggangguk setuju. Begitu juga dengan dirinya.




















