Ku usap airmata tulus Anisa. Tak lama kemudian dia minta aku yang berbaring, ‘Mr. Bokep Tante tidak punya pacar ? Sampai tengah hari, kami mulai memasuki kawasan yang berhutan lebat dengan satwa liarnya, yang sebagian besar terdiri dari monyet-monyet liar dan galak. Astaga, goyangnya!! Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Tak sedikitpun waktu yang kami sia-siakan. Penny’ku dalam-dalam. Kamu jadi perhatian para hadirin, Rina dan Papa saling tatap kebingungan. Sebab seluruh baju yang kami bawa basah kuyup oleh hujan. Veggy’nya, dia tersenyum, bulunya ku tarik-tarik, dia meringis, dan apa yang terjadi ? Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa. Anisa sangat ketakutan dengan auman harimau itu. Dia menggigil kedinginan. Romantis sekali tempat kami itu. Akhirnya kami memutuskan untuk bermalam di sebuah tepian batu cadas yang sedikit seperti goa. Setelah itu kami berpisah hingga sekian tahun, tanpa kontak lagi. “Jahat kamu ?!” kata Anisa seraya menatapku manja




















