udah keliatan belon?”aku terkaget-kaget di tempat duduk menatap wajahnya yang tersenyum manis, “apanya, nih?”dia tersenyum lalu gerakan matanya menunjuk arah diantara kedua kakinya yang membuka sambil berkata pelan, “..celana dalemnya ciecie..”nah, kebayang kan gimana malunya dan merahnya mukaku saat itu ditembak langsung begitu.. Bokep Cina cepet dong..Dia lalu mencium bibirku sehingga batang kontolku tak urung menyentuh daerah sekitar pangkal pahanya..“Duit segitu itu separuh uang kuliah Ciecie satu semester, tau nggak?!”Adduuh Ciecie ini gimana sii.. Melemparnya ke tempat tidur. Melajukan mobil keluar kompleks silang Monas, ia berkata, “Nah sekarang kamu bisa liat celana dalam Ciecie puas-puas tanpa perlu takut ketauan..”Aku sangat malu. Sementara itu ia hanya tersenyum saja.Lalu ia memegang kontolku, yang segera saja semakin tegang dan membesar..“Aduh si Ko kecil ini..” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala, “Udah kerangsang, ya?”“Iya, cie.. Aku yakin mukaku semerah kepiting rebus. Lalu.. Ciecie ngga mau ngerusak kamu..”Aku menatapnya protes. Ciecie itu tertawa sumringah, “Ih, kamu ini pasti langsung kemari abis sekolah..




















