Tetapi nantinya saya kepingin menjadi notaris, seperti Pak Hendrik ini.Sebetulnya saya ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yang akan didirikannya tadi. Baiklah terakhir saya ceritakan tentang pengawal saya, atau bodyguard saya.Namanya Mulyono. Bokep SMA Belum sampai dia menjawab pertanyaan saya, saya sudah mengatakan..“Dik Mul, Mbak Indah dicium dulu yach!”
“Ach enggak Mbak jangan.”
“Lho kenapa? Kini penisnya terlihat utuh putih kehitaman, dengan semburat urat-urat kecil di sekitar pangkalnya. Itu rahasia perusahaan.Tetapi yang jelas, sebagai seorang penjaga putri cantik, atau penjaga kebun wisata, sekali waktu dia saya beri kesempatan untuk mencicipi atau menikmati keindahan kebun itu. Saya biasa memanggilnya Dik Mul, karena memang usianya baru 21 tahun, tiga tahun lebih muda dari saya. Bersama itu pula saya peluk kuat-kuat tubuh Mulyono. Menjadi sopir pribadi, mengurus pembayaran kontrak, mengatur waktu kerja, melindungi dari berbagai pemerasan oknum keamanan dan sebagainya, pokoknya seperti sekretaris pribadi. Saya selalu menulis pengalaman persetubuhan saya dengan bermacam-macam orang, suku bangsa bahkan dengan laki-laki dari bangsa lain




















