Jakarta , medio September 2000. Bokep Live Pantat-ku aku naikan sedikit agar lebih memudahkan Bramanto ‘menggapai’ bibir kewanitaanku. Yang jelas aku ingin cepat-cepat meninggalkan ruangan toilet wanita ini. “Berarti kamu juga sudah sering nyelinap masuk kesini buat ngintip mereka ” kataku dengan dengan nada suara agak mengintimidasi satpam itu. Lalu kubayangkan pria tadi melepaskan celana kerjanya.. Kemudian dengan menurunkan nada suaranya ia berkata ” Ada lagi yang lebih parah Wid”. Dan seperti biasanya suasana lalulintas di depan kantorku sangat padat ( nggak cuma di depan kantorku sih..di jakarta memang dimana-mana padat kalau jam pulang kantor). Ingin aku memalingkan muka karena muak melihat perbuatan mereka namun rasa ingin tahu-ku terlalu kuat hingga aku menyaksikan ‘permainan’ mereka dari balik pintu toilet ini. Bramanto meleletkan lidah ke arah kumisnya menyapu sisa2 cairan kenikmatan yang melekat disitu lalu kembali menghujamkan kepalanya ke bagian kewanitaanku yang basah menanti kenikmatan.




















