Yang lebih mengejutkan lagi, tangan ibu itu mulai mengelus pahaku. Mataku juga.Aku melanjutkan kenakalanku. Bokep Mama Jariku masuk lebih ke dalam. Benar-benar basah. Tanganku berubah posisi, mengelus pahanya yang tertutup kain jeans. Kepotong deh. Atau merah. bahan kain celana dalamnya halus sekali. Tubuh itu diam saja. Jariku masuk lebih ke dalam. Tangan ibu itu masih mengelus pahaku. Jam 9 malam. Pelan-pelan aku naik sedikit ke atas, tepat di gundukan di bawah pusar itu. Tentu saja dengan mata terpejam. Aku tersenyum kembali. Dia berhenti mengelus penisku, membungkukkan sedikit badannya, dan kemudian berusaha melepas kait BHnya di belakang. Mataku juga.Aku melanjutkan kenakalanku. Mengurangi kebisingan akibat lalu lalang orang mencari tempat duduk.“Mas, mas, maaf …,” ada suara merdu rupanya.










