Walaupun agak pendiam, Nakim tergolong anak yg penurut dan rajin.Sikap Nakim yg santun, mau belajar dan bertanya membuat istriku senang dgn kehadiran Nakim dirumah. Merasakan gelagat itu,istriku sempat membuka matanya dan menatap ku tajam, tp ku tak terlalu menghiraukan, dgn lembut kubelai rambut istriku dan menempelkan ujung penisku dibibirnya.Lumatan Nakim yg liar membuyarkan tatapan istriku, gejolak nafsu kembali melanda, dgn menoleh ke kiri,diraihlah penisku masuk ke mulutnya.Kepala dan pinggul istriku terjebak dalam sensasi nikmatnya memberi dan menerima. XNXX Bokep Nakim tetap santun, malah seperti malu membahas kejadian terakhir dirumahku. Menurut istriku, Nakim cukup lama membelai dada dan memainkan puting istriku yg menonjol di kaos ketatnya. Istriku menggeliat lagi. Menurut istriku, Nakim cukup lama membelai dada dan memainkan puting istriku yg menonjol di kaos ketatnya. “obat perangsang,udah..lakuin aja,ok”,jwbku singkat.Nakim masih ragu tapi senyum tipis terlihat saat mendengar jawabanku. Tangan Nakim menahan kepala istriku dgn kuatnya, desis dari mulut Nakim terdengar parau. Utk seorang Nakim yg masih lugu, kurasa




















