Aku diam saja ketika dia menyusul duduk disebelahku.“Kok cemberut gitu sih melayani tamu” godanya mulai menciumi pipi dan leherku.Aku diam saja, kalau tamunya kayak kamu udah kutolak dari tadi, jeritku dalam hati.“Akhirnya aku bakal membuktikan sendiri apa yg selama ini dipuji puji para tamumu, seperti apa sih kamu dan bagaimana sih servisnya, kalau tahu sendiri kan bisa lebih enak ceritanya” katanya lagi sembari tangannya yg ber-rantai emas mulai menjamah toketku sementara tangan satunya sudah menyelinap di balik kaos di punggung, dipermainkan tali bra.“Kok nggak dilepas sih, aku kan tamu yg membayar bukan gratisan, apa bedanya sih dengan lainnya” ada nada protes dalam ucapannya yg menyadarkanku akan kebenarannya, meski aku tak akan menerima duitnya.Dengan terpaksa kubuka kaosku, dia bersiul ketika melihat hamparan dadaku yg masih tertutup bra transparan, decaknya bertambah saat kulepas celana jeans yg menutupi bagian bawah tubuhku, dicegahnya saat aku mau melepas bikini mini yg masih tersisa menempel di tubuh.JJ berselonjor di sofa menunggu




















