Aku berkata terus-terang bahwa aku tidak tahu-menahu mengenai utang itu, kemudian aku menyuruhnya untuk kembali besok saja.Tetapi dengan pandangan nakal dia tersenyum, “Lebih baik saya menunggu saja Mbak, itung-itung menemani Mbak.”
Aku agak risih mendengar ucapannya itu, lebih-lebih ketika melihat tatapan liar matanya yang seakan-akan ingin menelanjangi diriku. “Kita jalankan saja peran masing-masing. Bokep Arab Aku cari uang dan kamu yang mengurus rumah. Sebagai seorang istri yang berusaha berbakti kepada suami, aku memberikan gelang itu. Begitu melihat Bondan, Mas Aryo tampak lemas. Aku menyadari Mas Aryo sedang suntuk, jadi lebih baik aku menahan diri. Pernah ketika kutanyakan, kemana saja kalau pulang terlambat. Beberapa menit aku rebahan di atas ranjang membuatku mulai bisa menghilangkan rasa pening di kepalaku. Sekitar 10 menit kami berbicara, aku mulai merasakan agak pening di kepalaku, tubuhkupun limbung.




















