Kira-kira jam 8 lebih, saya terbangun oleh sinar matahari yang menerobos melalui celah gordin jendela. Bokep Ojol Toh, lagipula jelas Kiko sadar dan pasti merasakan kalau si Jendral tegak di dekat kepalanya, lalu tanganku menyelinap ke balik jas hitamku mengelus paha mulus Kiko. (Buah dadanya putih karena ketika berjemur tertutup BH, jadi seperti bikini line tampaknya).“Jay, iku.. Jemariku menelusuri rambutnya dan menyisirnya. Woow… rasanya panas, kontras dengan hawa kamar yang dingin. Tawanya lucu sekali seperti anak kecil. Heran kan? Jay, mo okii na.” (Jay sakit, kebesaran tuh) Kiko terus merintih, sepertinya kesakitan betul. Heran kan? Si Jendral masuk lagi dari belakang. Tidak lama kemudian kembali Kiko mengejang dan hidungku mendadak basah terkena cairan berbau khas yang meleleh. Wah ada Doraemon, aneh, sepagi ini ada siaran kartun. “Blesek.” Dengan sentakan saya mulai menekan ke bawah supaya si Jendral bisa masuk lebih dalam, untung si Kiko sudah basah.




















