Kubawa ia melewati jalan belakang agar tak ada yang tahu, lalu melewati dapur dan lift karyawan. Bokep Tante Kulepaskan bajunya dan kusetrum stungun di vaginanya. “Auw, sakit Rin,” ujarku berbohong. “Sakit gak?” tanyanya. Aku berpura-pura mendesah sambil menjerit “Oh, shit, shit, shit…” Aku berhenti masturbasi, cuma mengeluarkan suara-suara birahi. Rini mengangguk, kami berciuman sekali lagi, tangannya memeluk kepalaku sementara tanganku masih memainkan dada dan pantatnya, penisku memijat-mijat vagina Rini. Aku baru lulus kuliah beberapa hari yang lalu, belum diwisuda sih, mungkin lebih tepatnya baru lulus sidang dan tinggal nunggu wisuda. Rini memakai dress bewarna hitam-strip putih. Kumasuki kamar hotelnya dan kuletakkan di atas tempat tidurnya. Aku menciumnya, ternyata ia tak sepenuhnya menolakku. “Kamu gak papa?” tanyaku lagi. Si penjual batagor bertanya kepadaku, “mas, neng Rini gimana kabarnya mas?” Aku bingung dan bertanya balik, “Ane juga nyariin doi tu, emangnya kenapa bang?” “Itu loh, rencana nikahnya kan batal gara-gara calon suaminya ngaku ngehamilin Sheila,” balas si abang.




















