Ibu Tia kemudian lemas sambil terengah-engah puas. Aku semakin minder saja melihat pemandangan tersebut.“Kok sepi Mbak..” tanyaku agak heran mengingat rumah sebesar itu tidak ada penghuninya.“Kami hanya berempat Dik.. Bokep gimana kalau besok padi Bu, kebetulan giliran saya libur”, kataku.“Aduh gimana ya.. Aku pikir sedikit aneh, kemarin baru dicuci kok sekarang minta dicuci lagi. Tapi tubuhnya digesernya ke atas, sehingga posisi dadanya semakin mendongak ke atas. lebih cepet.. “Aduh Rull aku mau keeluaarr..” kelihatan Ibu Tia untuk kedua kalinya mencapai kepuasannya. kamu udah lama kerja di sini?” tiba-tiba keheningan dipecahkan suara ibu tadi.“Baru dua bulan Bu.. Bu.. Kamu memang nakal kok”, katanya acuh tak acuh.“Rambut Ibu bagus loh, lebat dan hitam kayak yang di TV”, kataku mulai berani menggoda.“Ah masak sih..” katanya tersipu-sipu.




















