Lusi belum kembali. Dibukanya kaki kedua gadis itu sehingga kini vagina Lusi dan Dini bertumpuk dan terbuka lebar. Bokep Cina “Lusi ke mana ya? Kalau nggak bisa bahaya, kehormatan kita bisa diambil sama pak tua bangsat itu.”“Iya, meskipun kita udah ga perawan lagi,” kata Dini sambil tertawa. Lelehan air liur pak tua bercampur dengan cairan kenikmatan kedua gadis itu menetes dari pinggir vagina mereka. Buah dadanya semakin terlihat besar dan putingnya tercetak di kaos tersebut, karena dia memakai bra yang tipis.“Bagaimana kita pulang, Andi? Dibukanya kaki kedua gadis itu sehingga kini vagina Lusi dan Dini bertumpuk dan terbuka lebar. “Ah mungkin hanya bau hutan saja,” pikirnya dan kembali membasuh tubuhnya tanpa memperdulikan bau tersebut. Sosok hitam tersebut tertawa, memaksanya meminum suatu cairan, lalu membopong tubuh Dini yang telanjang di bahunya dan membawanya masuk ke dalam hutan.Perlahan, Lusi membuka matanya, tubuhnya masih tidak bertenaga.




















