Aku membuatnya kegelian ketika hidungku bermain-main di perutnya. Kami kemudian bercumbu lagi. Bokep Tapi apa boleh buat. Matanya berbinar-binar. Tangannya tak pernah melepas penisku. “Yah, dulu main klasik. Aku mau tanya kamar mandi dimana?” tanyaku mencari alasan. Aku mau tanya kamar mandi dimana?” tanyaku mencari alasan. Sambil terus mencuri-curi ciuman dan rabaan, kami saling menggosok tubuh kami. Agh..” Fella mengerang keras. “Agh.. Mirip dengan Ria. Berat dan basah. Mengatur nafas dan mengubah posisi kami. Aku tunggu ya.”
“Okay.. Aku merasakan payudara Fella makin tegang. Tiba-tiba aku menjadi sangat tertarik dengan Fella. “Enak lho..” sambungnya sambil menjilat telingaku. “Ergh..” desah Fella. Aku menjilatnya persis di ujung putingnya. Sudah jam 2 pagi. Oh ya.. Sial, kami tadi lupa mengunci pintu!! Perlahan tanganku merayap naik sambil memijat ringan pinggang, punggung dan bahu Fella. Kenikmatan tiada tara. “Makan aja kalo suka..” bisiknya di telingaku. “Come on, Boy..










