Aku pun menarik penisku dan mengarahkan ke vagina Tuti setelah dia telentang. Bokep Arab “Auuhh.. Hanya luarnya saja. Pada saat itu hujan deras mengguyur seisi kota disertai angin. Setelah kejadian itu aku tidak pernah bertemu dengan Tuti dan Erni. Aku pun hanya bisa terbengong melihat mereka berada di kiri dan kananku. “Gantian donk, aku juga pingin nih..” kata Tuti sambil menciumi bibir Erni. ayo Sayang.. Kemudian berjalan ke depan dan menurunkan rolling door. ohh.. ahh..” Tuti mendesah. Setelah celana Tuti lepas, dia mulai menghisap vagina Tuti. Aku hanya bisa pasrah melihat dan menikmati permainan mereka berdua. Dari para penjaga yang saya kenal, cewek tadi adalah pemilik warnet. Ssshh.. “Ditutup saja Dik, dingin di sini..” kata Riyas, dan aku menutup pintu itu. Sedangkan saya masih di dalam warnet dan ingin ikut pulang, tapi saya tidak bisa karena di luar hujan masih deras dan saya hanya membawa motor.




















