Pantat dan buah dada yang montok dan indah itu memang telah menjadi milikku. Tubuhnya begitu padat, pantatnya bulat besar, menggantung dan berayun lembut naik turun, dibalut ketat celananya. Bokeb “Bu Sher jangan marah ya”, sahutku sambil mengelus-elus kedua payudaranya yang bulat dan montok itu. Kujilat klitorisnya. Ia bergerak sejenak dan berputar menghadapku. Selamat memuaskan birahi si montok itu. “Aaacchh..!” Kepalanya mendongak ke atas, meneriakkan kenikmatan yang tak terkira. “Kalau itu tak perlu khawatir”, kataku.“Tinggal merancang bersama Bu Sherliana, kapan membagi waktunya. Aku sepenuhnya bersatu dgnnya. Kemaluanku yang masih memancarkan sperma tercabut dari lubang kemaluannya sehingga pantatnya basah tersiram spermaku. Pokoknya buat seperti rumah sendiri deh! Mendadak aku menerobos ke atas dgn gerakan cepat dan keras. Bunyi irama keluar masuknya kemaluanku berkecipak karena kemaluannya telah dipenuhi lendir licin. Kalau di tempat asalku sangat jarang untuk bergaul dgn orang Cina, maka di Surabaya hal itu bukan hal yang aneh.




















