Dia tiba-tiba berbisik kepadaku,“Mas Bobby, sepertinya ada yang mas suka yah dari tadi?” aku pun tertawa mendengar itu dan menjawab sambil bergurau,“Bapak Udin tau saja.” Kita berdua tertawa dan aku mengaku bahwa aku memang tertarik dengan Erny. Mulai dari ujung atas, samping, sampai biji pelerku dibawah, semua habis disapu lidahnya.“Uhhh… Erny…” aku mendesah, “Isepin kemaluanku dong…” aku minta kepada Erny. Bokep Cina Tak lama kemudian, bapak Udin memanggil beberapa orang dari luar kediaman. Beliau juga sering mengadakan hiburan sebagai kontribusi kembali dia kepada para warga. Tiba-tiba dari pinggir mataku, aku melihat sebuah gerakan. aku tinggal di salah satu kediaman kontrakan milik paman ku yang memang kebetulan sedang kosong. Tak lama kemudian, bapak Udin memanggil beberapa orang dari luar kediaman. Sampai akhirnya aku pun menekan dia kebawah sambil memasukan kemaluanku sedalam-dalamnya kedalam mulut Erny dan mengeluarkan spermaku didalam mulut Erny yang imut itu. Dia bertumpu lemas di badanku walaupun kemaluanku ini masih terbenam didalam kemaluan Erny.




















