Aku pun tersenyum mendengarnya. Sex bokep Dari raut wajahnya pasti dia berpikir aku sudah gila.Mulanya Tejo terdiam sejenak. Tak ada penyakit bawaan. Kepalaku serasa ingin pecah bila pertanyaan2 itu muncul dikepalaku.Baiklah! Tinggal ku plot saja bila aku mengadopsi seorang anak, kuyakin istri dan anakku tak masalah dengan itu.Tapi dari mana aku bisa dapatkan gadis yg cocok sebagai Ibu ? Seorang PENERUS!!!Seorang Putra yg akan menerusakan Dinasti ku. Kenapa begini?!?!? Suatu hal yg amat membuatku kesal….Dari dua kali pernikahan, tak satu pun mereka memberiku putra. Tak ada penyakit bawaan. Dia baik bahkan ke anak tirinya, lumayan cantik pula. Kujatuhkan tubuhku yg terasa pegal dimana-mana. Apa yang kulewatkan? Siapa yg akan meneruskan dinasti ku? Kami sudah menjalankan perusahaan ini turun menurun dan terus meningkat kajayaannya,
semua berkat otak encer dan semangat (juga kelicikan) kami.Apakah para istriku? Kujatuhkan tubuhku yg terasa pegal dimana-mana. Aku pun tersenyum mendengarnya. Ah, tak masalah, yg aku inginkan darinya hanyalah anaknya.



