Apalagi lalu jari itu semakin lama semakin ke bawah, lalu agak ke depan, menyelinap ke gerbang kewanitaannya dari belakang. Bokep Mom Ketika sosis pertama selesai aku makan, dengan segera Eksanti memasukkan sosis yang baru. Dengan jari tengahku, aku menelusuri celah sempit di antara dua bukit kenyal di bokong yang seksi itu. Betul-betul spontan dan tanpa tedeng aling-aling. Tanganku merayap ke bawah, menyingkap rok yang dikenakan Eksanti. Sedikit saja aku memaju-mundurkan kelaki-lakianku, Eksanti sudah menjerit-jerit kecil merasakan kenikmatan yang berlipat ganda. Dengan segenap kekuatanku, aku sanggup memutar tubuh rampingnya dengan cepat. Aku cepat-cepat menahan tubuh itu, mencengkram bahunya dengan kuat. Perlahan sekali, mili demi mili batang-otot yang panas-berdenyut itu melesak ke dalam. Kenyal sekali liang yang basah oleh aneka cairan itu, termasuk saos tomat dan kuah sosis. “Mas, bersihkan saus tomat itu dengan mulutmu, please..,” desah Eksanti nyaris tak terdengar. Eksanti masih menggelepar-gelepar merasakan akhir dari klimaks itu, tetapi aku telah pula memberikannya kenikmatan baru. Aku mengatakan, “Nggak




















