Di selangkangannya kulihat sebatang kontol dengan ukuran luar biasa. Bokeb Segala biaya hidupnya, Mamaku yang nanggung. Jangan salah sangka dulu men. Gila aja. Gede banget Tom. Si Mimi tahu tentang hal itu dan dia sih santai-santai aja. Aku terangsang karena apa? Aku ingin berenang pagi-pagi di kolam renang yang ada di halaman belakang rumahku. Ck.. Malu. Aku beraksi seperti tidak terjadi apa-apa disitu. “Habisnya elo berdua sama gilanya sih. Lalu disuruhnya Mimi membuka mulutnya lebar-lebar menyambut tumpahan sperma Willy yang deras. Apalagi usianya enggak jauh dariku. “Baru pulang Tom?” kata Willy menegurku. Ketika aku sampai di kolam renang mataku langsung menangkap sebuah tontonan cabul. Dasar nakal. Semua orang sudah tidur kayaknya. Aku langsung ke dapur, ingin ngambil minuman dari lemari es. Karena seringnya si Willy di rumah, aku dan adik-adikku jadi akrab dengan dia. Willy tersenyum memandangku. Susah-susah lho, cari kontol sepanjang punyaku ini di Indonesia.Ternyata punya si Willy malah lebih gila.




















