Kemudian aku berbenah dan meminta pacarku untuk mengantarku pulang. Bokep Indonesia “Sayangku, ternyata memekmu sudah basah, kamu sudah bernafsu ya?” tanyanya sambil mengelu-elus memekku. Kata pacarku seponganku rasanya istimewa. Penerangannya cukup lampu bolam kecil dan ada alanan music yang menenangkan. Kulihat wajah pacarku tersenyum padaku dan berkata, “Maaf ya sayang, kita kan pinjam rumahnya, jadi dia meminta imbalan tubuhmu sebagai imbalannya” “Sialan kamu” kataku mengumpat. Dibuka kedua pahaku lebar-lebar dan menindihku. “Apa-apaan ini mas” kataku sambil berusaha mendorongnya. Perlahan Teguh mencabut kontolnya dari memekku dan dia pun langsung pergi keluar dari kamar. Kamarnya beraroma wangi. Dengan teganya dia berkata itu sambil tersenyum. Aku gak bisa bergerak karena eratnya pelukan Teguh. Tinggiku sekitar 160cm, kulitku agak hitam dan badanku agak gemuk, meskipun begitu toketku berukuran kecil. Pacarku sudah paham akan hal itu. Kutarik tangan pacarku sambil menangis memohon pertolongan. Lalu pacarku mengenalkanku padanya. Kulihat wajahnya begitu sange menikmati kontolnya yang sedang kumainkan.




















