Dua hari kemudian, di sebuah hotel kelas menengah. Rena mengamati Rene membersihkan tangannya, dan melihat penis pahlawannya perlahan mengecil. Bokep Indo Rena membiarkan Rene mengecup bibirnya, menikmati kasih sayangnya yang menggebu, dan memeluk kepala Rene yang tenggelam di dadanya. “Mmmhh..” Rena mengeluh lirih, “Rene.. Rene tersenyum-senyum ketika melihat kakak beradik itu melambaikan tangan kepadanya, sebelum sepeda motor mereka oleng lagi dan kali ini hampir saja naik ke trotoar. ahh.. “Ren, kakakmu kumat tuh..”. Otot-otot keningnya menegang. jangan nangis lagi. Rene melihat seekor kucing lari terpincang-pincang dan menghilang dibalik pagar sebuah rumah. Teman- teman si anak muda menjadi reseh dan ngeloyor pergi sambil membawa teman mereka. “Aduhh..”, Rina memegangi perutnya yang terasa nyeri. Rene menempelkan bibirnya lebih keras.. Menatap mata Rena yang bertanya-tanya, mengambil tissue dari jok belakang, dan menyeka ujung kemaluannya, sedikit geli melihat ceceran sperma yang mengenai permukaan tombol klakson mobilnya.




















