pintar dan nakal ..” ujar Diva dengan memegang kepalaku“Ah ..” ujarku dengan memberikan senyuman mesra“Mau ya jadi pacarku .. kau boleh sebut aku apa saja” kata Diva mesra“Aneh saja kau Mbak”“Biar .. Bokep Family waduh ..waduh . kenal sama Febbiola kagak?” tanyaku“Kenal .. aku lontemu “ teriak Diva semakin jorokAku tersenyum dan kembali menggenjotnya dengan lebih cepat naik turun, belum ada 3 menit Diva kembali mengerang.“Akuuuu .. yang diajak nggak merasa terganggu sih, malah senang dan puas gitu”Diva tertawa keras, karena saking tertawanya tangannya menyenggol gelas sehingga jatuh, kami sama sama hendak memungut pecahan gelas itu sambil posisi membungkuk, mataku tertuju pada buah dadanya yang besar itu, Diva memandangku ketika aku melihat ke arah dadanya itu.“Nakal sih kamu” ujar Diva dengan menjawil hidungku“Andai boleh sih aku bermain disitu” ujarku dengan berbisikDiva memandangku dengan mata teduh, lalu berdiri dan menarik tanganku, aku menurut saja dan digelandang ke kamarnya.




















