“Ya, sukurlah, kamu sehat. Mudah-mudahan kudapatkan apa yang kucari.Dengan kedua jariku kusepit bingkisan kecil itu. Bokep Mom Ah.. Aku sedang melamunkan berapa galon sperma Oom Bonny di depanku ini telah masuk ke perutku. Kalau aku pilih pagi, aku mesti menyelesaikan tugas rumahku di siang harinya dan sebaliknya. Semestinya aku pingsan. Pada kesempatan ini aku berusaha untuk tetap tenang. Aku melotot terbuka tetapi tak ada yang kupandang dari mataku. Wwoowww.. Aku terbangun. Kuambil pada lingkaran cincinnya agar isinya tidak tercecer. Amppuunn.. Aku gemetar. Aku merasakan ada ‘cinta’ pada barang-barang itu. Bibirku membuka kecil, menganga kemudian semakin melebar. Wwoowww.. ada bingkisan plastik kecil bergaris dengan warna kebiruan. Pakaian-pakaian kotor kubawa ke ranjang majikanku. Kuambil pada lingkaran cincinnya agar isinya tidak tercecer. Tetapi setelah melihat tumpukkan yang menggunung, aku pikir biarlah aku mencuci nanti saja sesudah hari siang. Aku melotot terbuka tetapi tak ada yang kupandang dari mataku. Yang kutemui akhirnya hanyalah kenikmatan rutin.Pada saat saudaraku yang tempo hari membawaku




















