Kulancarkan serangan demi
serangan, dgn bimbinganku Karina mulai terlihat bisa meladeni gempuranku. “Adauuu…. Bokep HD Karina semakin histeris setelah
kujilati kembali gunung indahnya.“Akhhhh… aqu sudah tak tahan, bang. Kini aqu menjulurkan lidahku memasuki rongga kemaluannya, ku hisap sekuatnya sangkin geramnya aqu. Tapi enak kok”
“Na… tubuh kamu bagus sekali, sayg… ouhmmm” Sembari aqu melanjutkan kebagian perut, pusar
dan kini hampir dekat daerah kemaluannya. Wow, dia
cuma menggunakan handuk menutupi buah dada dan separuh pacuma. “Duh, gede amat kemaluan mu, Bang”
“Ohhh….”
“Bang, Karina sudah tak tahan, nih… masukin kemaluan mu, ya Bang”
“Terserah kamu sayg, abang juga tak tahan” Karina kini mengambil posisi duduk di atas tepat agak ke
bawah perut ku. Mau dong…”katanya tanpa ragu
“Haaa…” Kontan aja aqu terkejut mendengar pernyataan itu.




















