Aku merasa begitu geli. Tapi walaupun tempat tinggal kami berjauhan, keluarga kami dan paman sudah sangat dekat. Bokeb “Iya!” teriakku sambil memakai pakaian yang dari tadi menunggu untuk kukenakan.Saat malam sambil menonton televisi di ruang keluarga, paman menghampiri dan menaikkanku dalam pangkuannya.“Kok nggak belajar?” tanyanya memulai percakapan. “Ah..!” erangku.Spermaku masuk ke dalam mulutnya terus ke tenggorokannya. Memelukku erat, mencium bibirku sampai lidahnya masuk dan merebut sebagian sperma yang tadi ia berikan padaku. Kemudian ia memintaku berhenti dan melepaskan celana dan CD-ku. Mas Agus menerimanya dan meletakkan semuanya di atas kasur. Oh ini kan kamar tamu, pasti tadi Mas Agus menggotongku ke kamarnya karena aku ketiduran. “Iya, udah tahu!” balasku.Mas Agus, pamanku, adalah anak dari kakak perempuan ayahku yang tinggal di sebuah kota di Jawa Tengah yang terkenal dengan candi Borobudurnya, dan di situ pulalah Mas Agus bekerja sebagai seorang tentara berpangkat sersan dua. Sementara aku yang semakin mengantuk, mendengar suara desahan-desahan Mas Agus yang kian menderu.




















