Hanya ada dua bangku panjang dan meja kayu di tempat itu. Bokep Tante Selama aku dinas di kepulauan, pemuda itu beberapa kali dibawa pulang menginap di rumah. Yuk kita minum dan makan siang, terus pulang”. Kembali aku didekap, aku dipeluk erat oleh kedua tangan kekar. Di pelukanku ada si mungil Indri, buah hati kami berdua. Bukankah aku telah kawin dengan seorang gay ? Dimulai dengan gerakan pendek maju mudur berirama semakin lama menjadi panjang. Aku pasrah ketika celana dalamku ditarik ke bawah lepas dari kaki sehingga kini aku sudah benar-benar bagaikan bayi yang baru lahir tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuhku. Dia tidak lagi memanggilku Bu Dokter, tapi cukup namaku, dik Nastiti. Hanya saya ingin tahu apakah tekanan darah saya normal”. Tanpa terasa kegiatan menyelam menjadi kegiatan rutin. Aku minta maaf yah, aku harap kejadian ini tidak mengganggu persahabatan kita.










