Aq masih di atas angkot. Bokep Indo Viral katanya lagi seperti iri pada Iin.Aq mengambil pakaianku. Come on lets go! Si Anis, yg tadi. Tapi tdk apaapa toh tipuan ini membimbingku ke alam lain.Dulu aq paling anti masuk salon. kataku memelas, ya sebagai alasan juga mengapa aq masih bertahan duduk di tepi dipan.Ia berjongkok mengambil sapu tangan. Ada sekatsekat, tdk tertutup sepenuhnya. Badannya berbalik lalu melangkah. Anggap saja tiaptiap baju sama dengan jumlah kancing bajuku: Tujuh. Massage, boleh. Pokoknya turun.Kiri Bang..!Aq lalu menuju salon. katanya.Kini ia tdk malumalu lagi menyelinapkan jemarinya ke dalam celana dalamku. Mengapa kancing baju cuma tujuh?Hah, aq ada ide: toh masih ada kancing di bagian lengan, kalau belum cukup kancing Bapakbapak di sebelahku juga bisa. Masih sepi ini..! Tdk lama wanita itu mengetuk langitlangit mobil. Ia masih dingin tanpa ekspresi. Masih menutupi diri dengan tabloid. Dari jarak yg dekat ini hawa panas tubuhnya terasa. Alamak.., jauhnya. Jangan di sini..! Di mana? Ia malah melengos.




















