Candra sudah mulai mengarahkan penisnya ke vaginaku, tentu saja aku ketakutan, aku mencoba melawan. Bokep Mama Aku tidak mungkin melayani pria cabul ini. Pintu terbuka, hanya Candra sendiri saja di dalam sana, ia sudah siap dengan hanya mengenakan sehelai handuk, tubuh kurusnya yang masih basah menunjukkan sepertinya ia baru selesai mandi.“Kiki cantik banget malam ini…”, katanya. Lalu ia juga mencolek-colek selangkanganku, jembutku yang masih aedikit jarang itu pun dibelai-belainya.Aku sudah mulai terbiasa menerima perlakuan ini, aku sudah tak mungkin berbuat apa-apa lagi, hanya membiarkan Candra menikmati tubuhku ini. Aku sedikit ogah untuk membukanya, namun kembali terbesit ancaman Chandra yang akan mengupload videoku, aku pun terpaksa melihat sms itu. Aku sedikit menutupi tubuhku dengan tanganku, Candra mencoleknya, dari pinggang, punggung, paha hingga dada dicolek-coleknya.“Hehehe”, ia cengesan sambil memperhatikan tubuhku. Aku masih sedikit jijik jika harus menyepongnya. Candra berjalan mendekat, kulihat handuknya sudah sedikit terangkat karena penisnya yang mengeraa.











