Semula terasa geli, tapi kemudian aku sadar Pak Hamid sedang membasahi penisnya dengan cairan kawinku. Film Porno Aku tetap menangis sambil menutup muka dengan kedua tanganku. Sebuah hisapan kecil di klitorisku memperkuat cengkeraman tanganku di pinggir meja. Kami sudah saling terbuka membicarkan keluarga masing-masing sampai dengan keluahanku mengenai suamiku yang gay. Hari berlalu, ketika suatu malam saat aku akan mengunci kamar praktek, dihadapanku telah berdiri Pak Hamid. Aku tetap menangis sambil menutup muka dengan kedua tanganku. aahhhh…. Ketika tanganku memegang tangannya yang berbulu lebat, ada perasaan canggung dan geli. Hanya ada dua bangku panjang dan meja kayu di tempat itu. “Pak, aku kepingin lagi, seperti tadi, tapi aku minta kali ini jangan dikeluarkan di dalam”. Angin kencang menyebabkan tubuh kami basah dan dingin. Bukankah tubuhku yang paling sensitif telah dinikmati Pak Hamid ? Sejak saat itu hidupnya membujang. Ia menyerahkan botol air mineral kepadaku.“Maafkan aku dik Nastiti, aku khilaf, aku telah lama tidak merasakan seperti ini sehingga




















