Pembantu Pak Gino membukakan pintu gerbang dan mempersilakan aku menunggu di beranda. Bokep Barat Dinding salah satu lorong itu ternyata adalah kaca salah satu ruang kantor. Bu Astrid mendekatiku dan mengalungkan kedua tangannya ke leherku. Terusss. Dan jangan bicara lagi!” itulah kalimat terakhir bu Astrid. ooouhhhh! Aku bertanya-tanya dalam hati apakah ia tahu aku mengintipnya tadi. Hari ini aku tahu aku termasuk yang kena PHK.Istriku tak banyak bicara ketika kutunjukkan surat pemutusan hubungan kerja itu. Sungguh ahli perempuan ini memberikan kenikmatan pada penisku. Langsung saja. Ia acap kali mencuri pandang ke arahku dari duduknya di mobil. Tidak bisakah kau lihat betapa aku menginginkanmu?”Aku diam terpaku. Dan selanjutnya, aku menutup mulut rapat-rapat. Do it!” kata Astrid.Ia membantu dirinya sendiri terlentang dan meraih kepalaku. Aku sendiri langsung menuju warung makan di depan kantor.




















