“nggak, emang napa?” tanyanya balik.“penasaran aja, abisnya abang dingin banget…serem tau” jawabku sambil tersenyum. Bokep Ojol Dia mencium bibirku, kemudian aku melepaskan ciumannya dan menarik kepalanya ke arah toketku. Aku langsung menarik tangannya dan menggengam jemarinya erat-erat. kok capek?” tanyaku bercanda. Sambil berpandangan kami saling mengusap, meremas lembut apa saja yang dapat kami sentuh, sehingga pengen maen lagi.Tanpa sempat untuk mengeringkan badan, aku ditariknya kembali ke tempat tidur, direbahkannya diriku dan dengan agak kasar karena mulai gak tahan, aku menarik sehingga dia jatuh menindihku. Apa impoten kali ya dia, sampe gak tergiur sama sekali melihat toketku tadi. “Mau lagi ya” tanyanya. Sintia keluaarr..mmff..” sambil menjepitkan kedua pahaku di kepalanya sampai dia sulit bernafas. “nggak, emang napa?” tanyanya balik.“penasaran aja, abisnya abang dingin banget…serem tau” jawabku sambil tersenyum. Dia menggeliat dan bangun sambil mengucek-ngucek mata.pagi itu, di kantor aku memberi perhatian lebih padanya dan terus saja mengirimkan sms yang menanyakan kegiatannya dan lain-lain.




















